Berdamai dengan Alam

Pertapaan yung fo, 29 september 2009

Berikut ini adalah chating dengan saudari ratna dari jakarta utara. Setelah permisi dengan beliau untuk dimuat di blog, penulis memuatnya. Beberapa pokok pikiran bisa juga memperkaya para pembaca. Penulis menyajikan utuh, apa adanya.

Pastor titus budi: “orang mati meninggalkan lubang. Kematian-kehidupan-keabadian kuncinya berada di dalam diri dan Tuhan.
Ratna S Taming: renungannya berat ni Ter … aku belum ngerti arahnya
Ratna S Taming: baru mau praktek nyamuk, malah digigit
Ratna S Taming: heheheeee
surodrono_bin@yahoo.co.id: Mencapai titik ketenangan diri
Ratna S Taming: sepertinya mudah tapi ga mudah dilakukan…..
surodrono_bin@yahoo.co.id: Ketika hati tenang maka alam juga tenang. Ketika hati damai maka dunia berdamai
surodrono_bin@yahoo.co.id: Apakah hatimu sudah menyentuh ketenangan?
surodrono_bin@yahoo.co.id: Apakah pikiranmu sunggu tenang dan damai?
Ratna S Taming: mungkin saya belum bisa benar2 berdamai, sehingga sering kali banyak letupan2 yg buat ketenangan ini hilang
surodrono_bin@yahoo.co.id: Apakah letupan-letupan itu memunculkan perasaan? Apakah perasaan yang muncul itu negatif atau positif? Jika negatif maka dunia di sekelilingmu juga negatif
Ratna S Taming: saat ini tidak
Ratna S Taming: terlalu banyak yang berkecamuk dikepala dan hati
surodrono_bin@yahoo.co.id: Ketika terlalu banyak yang berkecamuk di kepala dan di hati, apakah reaksi dari alam sekelilingmu seperti nyamuk?
Ratna S Taming: sebenarnya letupan itu mungkin positif hanya saja perasaan membuat itu jadi negatif
surodrono_bin@yahoo.co.id: Bila perasaan negatif, dihasilkan oleh pikiran atau fisik negatif. Apa yang engkau maksud dengan letupan?
Ratna S Taming: lebih kepada ketakutan dan kecemasan
Ratna S Taming: seharusnya ketakutan dan kecemasan harus dihadapi terkadang rasanya seperti mengusir seribu nyamuk dengan kemarahan dan hasilnya sia2
surodrono_bin@yahoo.co.id: Ketakutan dan kecemasan adalah perasaan, perasaan memicu tubuh dan perilaku sesuai dengan perasaan. Dunia di dalam diri memancar ke semesta. Ketika semesta menerima emosi negatif itu, dia berbalik menyerang. Apalagi engkau menebarkan amarah terhadap sekelilingmu, dia semakin memantul ke dalam diri
surodrono_bin@yahoo.co.id: Apa yang membuatmu berani melakukan hal itu sementara perasaanmu masih terdapat kecemasan, amarah dan ketakutan?
Ratna S Taming: mungkin karena putus asa…. ga tau harus berbuat apa lagi, pikiran antah berantah…
Ratna S Taming: saat ingin menata kembali … seperti menyusun puzzle.. perlu kesabaran, ketekunan dan mungkin kepasrahan
surodrono_bin@yahoo.co.id: Setelah engkau mengetahui posisimu sekarang, yakni belum berhasil selaras dengan alam di sekelilingmu seperti halnya nyamuk atau ciptaan tuhan yg lain dan diri, apa langkahmu untuk menggapai kedamaian dan harapan?
Ratna S Taming: berusaha menerima dan pasrah dan terus usaha… ya dengan catatan jatuh bangun
surodrono_bin@yahoo.co.id: “Ketika hasil adalah tetap berarti usaha, perilaku, tindakan, waktu (pola) adalah tetap. Ketika pola (cara berfikir, cara bertindak, waktu) tetap maka hasil juga tetap. Apakah hasil yang engkau harapkan atau goalmu sudah lebih baik atau maju dari sebelumnya?
Ratna S Taming: pertanyaan saya bisaga kita damai terus tanpa ada rasa yg lain?
surodrono_bin@yahoo.co.id: Pengalamanmu berusaha berdamai dengan nyamuk sudah menjawab pertanyaanmu. Ketika perasaan keruh / perasaan negagif/emosi negatif maka memperkeruh pikiran, memperkeruh tubuh, memperkeruh perilaku. Ketiganya menutupi hati, ketika hati keruh kedamaian hanya menjadi mimpi. Apakah hatimu damai?
Ratna S Taming: hehehe.. engga
Ratna S Taming: artinya berdamailah dengan diri sendiri dulu sehingga sekeliling juga damai dengan kita
surodrono_bin@yahoo.co.id: Ketika pastor fokus untuk mengakses memori untuk merespon stimulus atas persoalanmu, situasi di luar diri lenyap. Apapun yang terjadi diluar didelete oleh otak sadar tetapi direkam oleh otak bawah sadar. Otak bawah sadar sedapat mungkin selaras dengan otak sadar. Keselarasan sadar dan tak sadar diimbangi keselarasan perilaku dan mengacu ke hati, ini disebut integritas.
surodrono_bin@yahoo.co.id: Ketika orang memiliki integritas – konsisten, maka mencapai ketenangan. Kunci ketenangan memang bersumber dari dunia kecil kita, namun dunia besar (alam raya) berkorelasi-berkolaborasi dengan alam kecil kita
Ratna S Taming: trus Pater…
surodrono_bin@yahoo.co.id: kurang pas ketika pastor hanya menjawab bahwa keselarasan dengan alam di sekeliling adalah hanya tergantung dari kita, namun kolaborasi semua unsur. Memang diakui kedamaian dunia kecil (diri) mempunyai peran besar dalam menjalin keselarasan dengan alam besar/dunia. Apakah dirimu sudah terjadi keselarasan? Integritas? Konsistensi: kata-tindakan-hati?
surodrono_bin@yahoo.co.id: Apa yang menghalangimu atau kita untuk mencapai hal itu?
Ratna S Taming: belum sepenuhnya…
surodrono_bin@yahoo.co.id: Apa usaha kita mencapai hal itu?
Ratna S Taming: untuk saya penghalang terbesar mungkin adalah diri sendiri yang ga pede
surodrono_bin@yahoo.co.id: Potensi di dalam dirimu apa yang bisa untuk meningkatkan PD?
surodrono_bin@yahoo.co.id: Ga pede dalam hal apa?
Ratna S Taming: ini yg sedang saya koreksi
Ratna S Taming: mungkin lebih kepada status saya
surodrono_bin@yahoo.co.id: Sekarang ambil memori mu tentang PEDE. Kau bisa memilih dari tokoh kitab suci. Pilih tokoh yang punya status sama denganmu. Hadirkan dia di depanmu. Belajarlah darinya, bagaimana tokoh itu bersikap? Setelah itu menyatulah dengan bayangan tokoh itu!
Ratna S Taming: aku jadi sedih
surodrono_bin@yahoo.co.id: Apakah engkau sudah memilih tokoh dikitab suci atau orang yang dikagumi? Hadirkan dia secara mental dihadapanmu!
surodrono_bin@yahoo.co.id: Berdialoglah dan belajarlah darinya, bagaimana bisa menyikapi hidup? Apa keyakinannya? Bagaimana sepak terjang hidupnya?
Ratna S Taming: sudah
surodrono_bin@yahoo.co.id: Sekarang setelah kau berdialog dengan tokoh itu, menyatulah secara mental dengan tokoh itu. Biarkan Dia didalam kamu, kamu di dalam Dia.
Ratna S Taming: yup
surodrono_bin@yahoo.co.id: Genggam keyakinan tokoh itu dan diperkuat perasaan yg muncul
surodrono_bin@yahoo.co.id: Apakah perasaan yang muncul pada waktu menyatu dengan sang tokoh dan memiliki keyakinan sang tokoh?
Ratna S Taming: perasaan yang paling kuat muncul adalah sabar harus lebih sabar, tekun dan terus berusaha
surodrono_bin@yahoo.co.id: Jika sabar, tekun sekarang diberi nilai, berapa nilainya?
Ratna S Taming: nilai 6
surodrono_bin@yahoo.co.id: Bagaimana agar nilai kesabaran ketekunan dan keyakinanmu naik nilainya menjadi 7?
surodrono_bin@yahoo.co.id: Apa yang bisa membuatnya naik?
Ratna S Taming: semangat ??
Ratna S Taming: terus maju
Ratna S Taming: saya mampu
surodrono_bin@yahoo.co.id: Jadi sekarang semangat terus maju memenuhi seluruh dirimu yg bersatu dengan tokoh itu sehingga menyebabkan kesabaran , ketekunan dan keyakinan bernilai 7. Nah apa yang bisa membuat nilai tersebut naik 1 level lagi menjadi 8?
Ratna S Taming: cukup ga ini?
Ratna S Taming: saya rasa satu2nya adalah berdamai
surodrono_bin@yahoo.co.id: Sekarang apa perasaan dan hatimu setelah berdamai? Apakah sudah nilai keyakinan, sabar dan ketekukan sudah meningkat 1 level menjadi 8?
Ratna S Taming: rasanya ada perubahan nilai 8 kayanya layak
surodrono_bin@yahoo.co.id: Setelah kau memiliki nilai kesabaran, ketekunan, giat dan dengan keyakinan bersama dengan sang tokoh tersebut mau kemana arahmu? Apa goalmu dibidang keuangan? Kerohanian? Keluarga? Kontribusi?
surodrono_bin@yahoo.co.id: Oke, selesai. Tuhan memberkatimu
Ratna S Taming: dan nilai 8 adalah nilai yg harus saya pertahankan sementara ini …. udah the best
Ratna S Taming: Makasih Pater… saya akan berusaha mencapai goal2 dalam hidup ini baik keuangan, kerohanian dan keluarga
Ratna S Taming: keep pray for me
surodrono_bin@yahoo.co.id: Bagus, selamat. Semua itu pakailah untuk menggapai goalmu! Bagaimana sekarang hati, pikiran dan perilakumu?
surodrono_bin@yahoo.co.id: Apakah terjadi kedamaian?
surodrono_bin@yahoo.co.id: Nah mulailah sekarang berada di luar rumah untuk menjumpai nyamuk-nyamuk
Ratna S Taming: ada rasa plong… ga sesak lagi, sedihnya hilang ada semangat dan kegembiraan
Ratna S Taming: ada … sukacita dan nyamuk2 ga usah takut saya ngamuk lagi
surodrono_bin@yahoo.co.id: Pancarkan rasa plong, semangat, kegembiraan ke alam sekelilingmu. Perhatikan perbedaan nyamuk-nyamuk sekarang dengan yang pertama
Ratna S Taming: we’re friends
surodrono_bin@yahoo.co.id: Jadi kau bisa bersahabat dengan nyamuk atau berdamai dengan nyamuk, begitu?
Ratna S Taming: akan saya laporkan perkembangannya besok2
Ratna S Taming: Pater tau ga saya lagi apa ??
Ratna S Taming: saya lagi senyum2 senang
Ratna S Taming: sendirian sih…. tapi ga edan
Ratna S Taming: makasih Pater… you’re always the best for me
surodrono_bin@yahoo.co.id: Itukah yang kau sampaikan kepada nyamuk,”nyamuk2 ga usah takut saya ngamuk lagi” pikiran bawah sadar menangkap ketakutan, maka buat pernyataan positif dalam mengungkapkan perasaan
Ratna S Taming: peace guysss…
Ratna S Taming: ya
surodrono_bin@yahoo.co.id: Ketika kau menyadari bahwa kau lagi senyum2 senang, seluruh alam juga tersenyum. Semua itu menyebabkan alam juga memancarkan gelombang senyum kedalam kehidupanmu. Hal paling nyata adalah kau bisa hidup berdampingan dengan nyamuk atau nyamuk itu beralih tempat
Ratna S Taming: nyamuk nya ilang Pater …. percaya ga!!
surodrono_bin@yahoo.co.id: Jadikan pengalaman ini untuk meningkatkan PEDE mu menjadi bernilai 9, apakah hal ini membantumu untuk berada di level nilai 9?
Ratna S Taming: ga diusir lho !! aku lagi celingukan nyari nyamuk tapi ga ada !!??
Ratna S Taming: ga terlalu tinggi ??
Ratna S Taming: dengan nilai 8 aja nyamuk jadi teman gimana nilai 9 ?? luar biasa
surodrono_bin@yahoo.co.id: Sekalipun kau keluar ke kebun, semua nyamuk berdamai dengan dirimu. Kita adalah cahaya besar dan anak Allah, pantaskah kita mendapatkan hak waris dari Allah?
Ratna S Taming: itu kan janji Bapa yang harus saya amini
Ratna S Taming: aku bener2 lagi terkagum-kagum
Ratna S Taming: nyamuk hilang… hati aku juga senang
surodrono_bin@yahoo.co.id: Ketika kau mengimani janji Bapa, berarti kau pantas sekali memiliki rasa pede dalam kesabaran, ketekutan, giat menjalani atau meraih goal dengan yakin.
Ratna S Taming: ini pengalaman luar biasa….ini nyata lho
Ratna S Taming: tapi tetap bantu aku dalam doa ya Pater
surodrono_bin@yahoo.co.id: Malam sudah larut, berterimakasihlah kepada tokoh itu dan kepada alam raya, kepada semua orang yang baik dan jahat padamu. Berkatilah semua orang dan alam raya.

Read 3 comments

  1. Bila kita membaca/menyebut kata “damai”, kita sudah merasakan hati yg tenang……”alam” yang terbayang suatu yang luas, tanpa batas dan isi alam yang bergerak, mengalami perubahan tanpa pernah berhenti….Damai dengan nyamuk pun bisa membuat perubahan pada diri kita…..ini fakta ya Rat. Benar-benar hebat Pastor! Memang kalau kita tidak bersahabat/berdamai dengan alam pasti yang kita dapatkan bencana seperti penebangan hutan secara liar menyebabkan bencana banjir.
    Marilah kita pelajari tulisan diatas dengan seksama maka kitapun akan mengalami seperti yang dialami sdri Ratna.
    Pelajaran bernilai ganda! Bravo Santo

Tinggalkan Balasan ke saras Batalkan balasan