Mengenal Strategi Memilih Makanan untuk Menurunkan Berat Badan

Pertapaan Yung fo, 9 September 2009

Lama ni gue kagak terapy untuk menurunkan berat badan. Seseorang dengan berat badan 55 kg pengen memiliki berat 50 kg. mengasah lagi kemahiran membantu klien menurunkan berat badan. Langkah pertama adalah mengajak dia ke restoran cinese food Afat Kampung Bintang Pangkalpinang. Pelayan datang menghampiri kami di meja makan. Dia menyodorkan menu makan kepada saya, saya menyerahkan daftar menu tersebut kepadanya.

Dia melihat gambar-gambar menu makanan di daftar (visual eksternal). Sekali waktu matanya ke kiri atas. (visual internal atau membandingkan menu di situ dengan file di benak dia). Dia bertanya kepada rekan di sampingnya, “kita pilih makanan yang mana?” (audio eksternal karena dia bertanya kepada temannya.)

Teman di depan nya menjawab,”hoisem kuah!”

Teman di samping berujar ,”apakah bukan ini? Hoisem ini dimasak manis.” (audio eksternal). Ketika mendengar masukan dari kawan di sampingnya matanya melirik ke kiri atas (dia membandingkan hoisem manis di benak dengan hoisem di menu).

Teman di depan menjawab,”aku pesan hoisem kuah.” (audio eksternal). Setelah teman disamping tetap pada pendirian hoisem kuah, maka dia mengambil keputusan langsung pesan hoisem kuah (keputusan).

Kami mengevaluasi cara pengambilan keputusan di rumah. Jelaskan cara pengambilan keputusan memilih menu makanan di restoran Afat tadi.

Tadi itu saya memutuskan itu karena mempertimbangkan romo dan kawan. Maka saya bertanya kepada romo dan kawan agar menu makan yang dipesan bisa diterima oleh semua.
Bagus, oke. Sekarang kau ceritakan pengambilan keputusanmu dalam memilih makan di meja.

Saya datang ke meja makan. Saya melihat menu makanan di atas meja (visual eksternal). Saya membayangkan menu itu di dalam benak saya. Ketika ada suara dari dalam diri saya,”kelihatan enak!” (visual internal dan audio internal) langsung saya memilih menu makanan itu. (keputusan).

Jadi sederhana sekali cara pengambilan keputusanmu. Apakah kamu tidak pernah bertanya kepada orang lain jika kau bersama dengan orang lain atau dialog dengan dirimu sendiri?

“jika ada suami, terkadang saya bertanya kepadanya,”apakah makanan ini enak atau tidak?” (audio internal). Jawaban dia biasanya,”dimakan saja. Nanti kita tahu rasanya.”

Jadi strategi keputusan memilih menu bisa dilukis sebagai berikut: kinestetik (menuju ke meja) – visual eksternal – visual remember – visual internal – audio eksternal – audio internal – keputusan.

Ketika strategi memilih menu sama, maka pola makan sama. Bila strategi sama, maka berat badan juga sama. Jika mau menurunkan atau menaikkan berat badan mengubah strategi. Meminjam dasar pemikiran metode SLIM dari NLP in Action karya RH Wiwoho, mari kita mengubah strategi anda. Perluaslah strategi anda.

Bagaimana itu pastor?

Anda menuju ke meja makan (pergi ke restoran). Kau melihat menu makanan (visual eksternal). Satu menu makanan , misalkan babi dimasak kecap dan berlemak. Kau membayangkan daging babi di file history dan membandingkan daging babi dari file history dengan daging babi di menu/meja makan. Kamu membayangkan daging babi tersebut masuk ke dalam mulut. Kamu membayangkan daging babi tersebut kamu kecap rasanya dan kamu kunyah. Setelah kamu mengunyah dengan lembut dan menikmati rasa, ada di dalam diri mengatakan enak. Setelah lembut, kau telan daging babi tersebut. Bayangkan daging babi tersebut diolah di dalam pencernaan usus 12 jari, usus kecil dan seterusnya. Bayangkan setelah makan rasa apa yang muncul. Bayangkan sejam kemudian apa rasanya. Pertimbangkan untung dan rugi makan daging babi, apakah menunjang intensiku menurunkan berat badan atau justru menaikkan berat badan. Baru mengambil keputusan.

Setelah diinstal di dalam diri dia, kami menuju ke kamar makan. Dia sudah menggunakan strategi baru dalam pengambilan keputusan. Sebelumnya dia senang makan makanan berlemak seperti daging babi, daging ayam, daging kambing dan lain-lain, dia justru memilih ikan bening dan sayur segar.

Oke deh, ceritanya sampai di sini dulu. Ini sekedar sharing. Sudah lama tidak menangani klien yang pengen turun berat badan. Dulu sering lho. Hampir tiap hari. Sampai seperti dikerubungi semut oleh orang orang gemuk. He he ……

ndingkan dengan daging babi di dalam benak.

Beberapa jam berlalu kami duduk di meja makan bulat. Di atas meja terdapat ayam dimasak kecap, ikan rebus, sayur rebus, sayur goreng dengan banyak cabe.

Read 2 comments

  1. Pola pikir dan strateginya sgt bagus mo.. dan bisa juga diterapkan dalam mengambil suatu keputusan dlm hidup, kukira begitu??

    Tapi untuk strategi memilih menu ini jalannya sangat puanjanng.. keburu perut kruyuk2 mo,hehe.. palagi selalu berpikir “masih ada bsok”

Tinggalkan Balasan