Kuli-kuli toko Bangunan

Salatiga , 11 Agustus 2008

 

Menuju pulang dari pasar raya, saya terpaku di depan toko besi  dan kaca Bina Jaya di jalan Jend Sudirman N0 41 Salatiga. Empat lelaki mengangkat semen Gresik dari gudang ke mobil Mitsubishi H1677B. tiga lelaki menutup mulut dengan kain putih bujur sangkar, sedangkan 1 orang tanpa penutup. Semen tersebut ditaruh di atas kepala. Keseimbangannya sangat baik, sehingga tidak jatuh. Hanya beberapa remahan semen menaburi sekujur tubuh mereka. Mereka tidak mempedulikan kesehatannya sendiri. Ketika saya bertanya kepada mereka, “Mengapa kalian mau bekerja begini?” Jawaban mereka, “Takdir!”

 

Sementara itu di toko, cukong (tuannya) duduk tersenyum. Kemeja mereka bersih. Sekali waktu mereka melayani para pembeli. Ada perbedaan bumi dengan langit antara tuan dengan jongos!

 

Semakin orang bekerja menggunakan otot mereka (tenaga), semakin kecil penghasilan kuli-kuli itu. Sebaliknya semakin kita bisa menggunakan otak kita, maka semakin tinggi penghasilan kita. Kalau kita mau kaya, maka kita harus memaksimalkan kekuatan otak, bukan mengembangkan otot.

 

Namun demikian toh mereka semua adalah manusia. Hanya saja keyakinan mereka berbeda. Si kuli mempunyai keyakinan bahwa mereka menjadi kuli karena takdir. Saya yakin bahwa cukong itu mempunyai keyakinan luhur. Kaya tau miskin sangat ditentukan oleh keyakinan. Apakah saya mau menjadi miskin atau kaya? (Pastor Titus budiyanto, wisma Betlehen Jalan Cemara 41 Salatiga)

 

Read 0 comments

  1. “TAKDIR”….kata yg paling sering diucapkan oleh orang yg putus asa (menurut aku)…….kalau takdir kurang baik, orang condong menyalahkan Tuhan, mengapa diberi kehidupan dengan kekurangan ini dan itu, Tuhan tidak adil…..dst.
    Benarkah semmua itu?…. Jelas salah menurutku karena dalam diri setiap insan dibumi ini Tuhan memberi akal,ber-macam2 kelebihan yg semuanya mempunyai potensi yg tinggi, tergantung kita mau mencapai nya atau tidak.

    Aku pernah mendengar khotbah di misa pada hari Minggu…waktu krisis ekonomi melanda negara kita, banyak orang datang ke pastor membawa keluhan2 dan mengatakan kenapa Tuhan menakdirkan aku begini…..si A ini bergelar S1…..perusahaan dia bekerja gulung tikar dan sulit mendapatkan pekerjaan lagi hingga simpanan uang yg dia punya mulai habis terpakai…..pastor mengatakan kita harus bisa melihat sikon dan dimata Tuhan kalau pekerjaan itu halal kenapa tidak dicoba…..menjual pisang goreng! modal kecil dan tidak diperlukan kepandaian yg tinggi…….gengsi donk lulusan S1 kok jual pisang goreng…..lebih baik mengucapkan kata TAKDIR, NASIB ketimbang mencoba solusi yg diberikan oleh pastor…..coba kita renungkan, membuang pikiran2 negatif dan tidak menyerah pada takdir, tidak malu pasti Tuhan memberkati apa yg kita kerjakan. Aku setuju sekali dgn solusi yg pastor berikan.

    Kalau takdirnya jadi boss pasti tidak ada keluhan dan bahasan mengapa Tuhan memberi uang berlimpah. Mungkin ada juga ya…..keluhan stress berat karena kebingungan uang nya mau diapakan he he.

    Ibaratkan hidup kita ini bagaikan sebuah roda, kalau sekarang berada dibawah pasti suatu saat akan bergerak keatas…….ini aku alami, dalam hidup kita harus berjuang dan yakin pasti bisa serta tak lupa kita mohon bimbinganNya….jangan menyerah pada takdir

  2. “TAKDIR”….kata yg paling sering diucapkan oleh orang yg putus asa (menurut aku)…….kalau takdir kurang baik, orang condong menyalahkan Tuhan, mengapa diberi kehidupan dengan kekurangan ini dan itu, Tuhan tidak adil…..dst.
    Benarkah semmua itu?…. Jelas salah menurutku karena dalam diri setiap insan dibumi ini Tuhan memberi akal,ber-macam2 kelebihan yg semuanya mempunyai potensi yg tinggi, tergantung kita mau mencapai nya atau tidak.

    Aku pernah mendengar khotbah di misa pada hari Minggu…waktu krisis ekonomi melanda negara kita, banyak orang datang ke pastor membawa keluhan2 dan mengatakan kenapa Tuhan menakdirkan aku begini…..si A ini bergelar S1…..perusahaan dia bekerja gulung tikar dan sulit mendapatkan pekerjaan lagi hingga simpanan uang yg dia punya mulai habis terpakai…..pastor mengatakan kita harus bisa melihat sikon dan dimata Tuhan kalau pekerjaan itu halal kenapa tidak dicoba…..menjual pisang goreng! modal kecil dan tidak diperlukan kepandaian yg tinggi…….gengsi donk lulusan S1 kok jual pisang goreng…..lebih baik mengucapkan kata TAKDIR, NASIB ketimbang mencoba solusi yg diberikan oleh pastor…..coba kita renungkan, membuang pikiran2 negatif dan tidak menyerah pada takdir, tidak malu pasti Tuhan memberkati apa yg kita kerjakan. Aku setuju sekali dgn solusi yg pastor berikan.

    Kalau takdirnya jadi boss pasti tidak ada keluhan dan bahasan mengapa Tuhan memberi uang berlimpah. Mungkin ada juga ya…..keluhan stress berat karena kebingungan uang nya mau diapakan he he.

    Ibaratkan hidup kita ini bagaikan sebuah roda, kalau sekarang berada dibawah pasti suatu saat akan bergerak keatas…….ini aku alami, dalam hidup kita harus berjuang dan yakin pasti bisa serta tak lupa kita mohon bimbinganNya….jangan menyerah pada takdir

  3. Seperti homili Juper kemaren…masih inget bgt, krn tu rmnya ngasih homilinya berasa bgt….
    ktnya gini, “Bersyukurlah dalam segala hal. Apapun yg terjadi.”

    Ekaristi itu artinya bersyukur atas berkat. Setiap kali kita merayakan ekaristi maka sesungguhnya kita bersyukur atas berkat Allah dalam hidup kita. Bila yg terjadi dalam hidup ini tdk sesuai dg harapan krn rancanganKu bukanlah rancanganmu.

    Yes. 55:8 Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.
    55:9 Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.

    Mulai sekarang cara doa kita yg harus berubah. Ya Tuhan kedalam tanganMu kuserahkan hidupku hari ini, terjadilah menurut kehendakMu sehingga bila yg terjadi adalah yg paling pahit dalam hidupku maka setidaknya aq masih dalam genggaman tanganMu. AMIN…

    i’m trying….hope God will help me..

  4. Seperti homili Juper kemaren…masih inget bgt, krn tu rmnya ngasih homilinya berasa bgt….
    ktnya gini, “Bersyukurlah dalam segala hal. Apapun yg terjadi.”

    Ekaristi itu artinya bersyukur atas berkat. Setiap kali kita merayakan ekaristi maka sesungguhnya kita bersyukur atas berkat Allah dalam hidup kita. Bila yg terjadi dalam hidup ini tdk sesuai dg harapan krn rancanganKu bukanlah rancanganmu.

    Yes. 55:8 Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.
    55:9 Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.

    Mulai sekarang cara doa kita yg harus berubah. Ya Tuhan kedalam tanganMu kuserahkan hidupku hari ini, terjadilah menurut kehendakMu sehingga bila yg terjadi adalah yg paling pahit dalam hidupku maka setidaknya aq masih dalam genggaman tanganMu. AMIN…

    i’m trying….hope God will help me..

Tinggalkan Balasan ke saras Batalkan balasan