Apakah engkau mencintaiku, Petrus?

Keuskupan 29 januari 2009

Ketika kita mencintai Tuhan atau seseorang, hidup kita lebih membahagiakan.
Perjalanan hidup terasa ringan dijalani walau sebenarnya berat penuh tantangan.
Hubungan tulus yang mengalir dari hati menjadi api motivasi.

Namun demikian terkadang pasangan kita menguji cinta kita.
Yesus bertanya kepada Petrus 3x,”Petrus apakah engkau mencintaiKu?” Pertanyaan Yesus kepada Petrus membuat sedih Petrus. 3x Petrus menjawa yang sama,”Ya Tuhan aku mencintaiMu melebi segala galanya. Engkau pasti tahu akan hal itu.”

Seolah-olah Yesus tidak percaya dengan jawaban Petrus. Itu yang membuat Peteus sedih kali.

Mungkin bila pasangan anda bertanya hal serupa kepada anda,”Congki apakah engaku mencintaiku?”

Coba bayangkan bahwa pasangan anda seolah tidak percaya? Mungkin juga anda akan sedih. Lha wong sudah hidup bertahun2 kok tanya hal itu.

Ada baiknya sebelum bobok kita bertanya kepada diri kita: apakah aku sungguh mencintai Tuhan? Apakah aku sungguh mencintai pasanganku walau aku sudah hidup lama tinggal bersama?

Yesus anugerahilah aku cintaMu. Aku mau membaringkan diri dan tidur. Kukembalikan seluruh perjuanganku hidupku kepadaMum

Mekar Bersemi

Keuskupan, 28 Januari 2009

Pulang dari pesta ultah bpk Antonius Go di restoran ternama Pangkalpinang Bangka.
ULTAH merupakan peristiwa biasa bagi kebanyakan orang. Namun demikian ULTAH Anton ke 52 th menarik untuk disimak.

Pernikahan Anton dikaruniai oleh Tuhan empat anak. 2 adalah lelaki dan 2 adalah wanita. Keempat anak tersebut sudah menikah dan masing-masing melahirkan anak. Jadi Anton sudah menjadi kakek-kakek.

Istri Anton bernama Sinta. Sinta meninggal dua tahun yang lalu. Setahun setelah ditinggal isterinya, Anton menikah lagi dengan Ceni. Menurut penuturan Lili anak Anton, Ceni adalah mantan pacarnya 20 tahun yang lalu.

Liz teman Lili sambil menyantap makanan bercanda, cinta mereka 20 tahun yang lalu layu. Sekarang cinta mereka mekar bersemi.

Si Acen berujar nakal,” bapak Anton masih hot.”

Si pastor bengon mendengar komentar mereka. Lantas ikut-ikutan berpendapat,” apa yang dicari lelaki tua? Betulkah cinta Anton 20 tahun silam hidup walau dia sudah beristeri & bercucu? Atau mungkinkah itu hanya pembenaran diri?

Secara hukum pernikahan mereka sah-sah saja. Sinta sudah mati, sedangkan suami Ceni sudah meninggal. Keduanya sudah status bebas.


Ceni sudah nenek. Anton sudah kakek. Kakek dan nenek menikah. Yang mengetahui kemampuan Anton dan Ceni adalah mereka masing-masing. Bila melihat dari sisi umur, maka mereka sudah menjadi kakek dan nenek.
Maka sangat mungkin bahwa kemampuan sexual mereka sudah menurun drastis.

Bila asumsi di atas benar, maka pernikahan mereka bukan didasarkan atas cinta birahi. Lantas apakah yang dicari oleh pasangan kakek nenek? Kebersamaan? Kehangatan? Kebanggaan?

Cinta kakek nenek saja mampu bertahan puluhan tahun. Mungkinkah manusia memiliki cinta berabat-abat kepada Tuhan? Atau Allah bisa mencintai manusia sepanjang segala abat.

Gak ada jawaban pasti dari percakapan di restoran di ULTAH Anton. Akhirnya sedikit menyerah berujar, “cinta memang misteri.”

 

Sinar Bintang Barat

Wisma keuskupan, 18 Januari 2009

18 Januari 2009 Mgr Hilarius Moa Nurak SVD akan mentahbiskan 1 diakon menjadi imam, 4 frater menjadi diakon. Pukul 18 wib 17 Januari 2009 para frater dan diakon merayakan ekaristi di puri sadana Pangkalpinang. Para frater dan diakon akan mengucapkan janji selibat di hadapan Mgr Hilarius Moa nurak SVD, uskup keuskupan Pangkalpinang. Rekan-rekan imam berdomisili di pangkalpinang dan sekitarnya diundang dalam perayaan agung.

foto010_11

Apa yang melatarbelakangi para pemuda dari Barat berani mengikrarkan janji selibat (tidak menikah selamanya)? Macam-macam jawaban bervariasi dari para frater bisa disarikan bahwa mereka selibat demi kemuliaan Tuhan dengan menyangkal dirinya sendiri.

16 Januari 2009 pastor Titus mendapat paket dari bandung. Di dalamnya ada kartu mungil bertuliskan, “Rm Titus. Hope your life shine like a star and be blessing for others. GOD BLESS YOU. From. Welly-Ami.” Para frater yang akan tahbisan tersebut sedang menjadi bintang dan semoga mereka juga menjadi berkat bagi banyak orang yang menderita.

Bintang dari mana lagi akan terbit dan bersinar di keuskupan Pangkalpinang? Kita doakan saja agar bintang tersebut bermunculan dari ke 4 penjuru mata angin, timur, selatan, dan utara.

Jojo si Murah Hati

Wisma keuskupan, 15 januari 2009

Jojo adalah anak ibu Aling – bapak Johan candra.akhir bulan Desember 2008 keluarga Aling dan bapak Johan sekeluarga berlibur ke sydney. Di di sana ibu Aling sekeluarga pergi ke super market untuk membeli oleh-oleh khas negara kangguru. Ketika Jojo melihat cocoa, dia berujar kepada ibunya. “Ini cocoa. Belikan cocoa untuk pastor Titus Budiyanto di Pangkalpinang Bangka.” Ibu nya heran melihat tingkah polah anak bungsunya. Betapa tidak, Aling menyangka si Jojo cuek terhadap tamu yang hadir di rumahnya. tetapi prasangka Aling meleset. Walau si Jojo diam atau sambil maen basket ketika pastor Titus bertamu ke rumahnya, dia memperhatikan dengan cermat perbincangan kami. Telinga Jojo tajam dan hatinya dilimpahi dengan kemurahan.

100_14651

Pengalaman kecil ini membukakan mata seorang ibu terhadap anaknya. Prasangka Ibu terkadang keliru terhadap anak terkadang kurang sesuai. kenyataan yang dialami oleh Aling selama liburan menyadarkan dirinya sebagai seorang ibu, bahwa anaknya tampak cuek tetapi sangat cerdas, berhati lembut dan murah hati.

Terimakasih cocoa dan kaos oleh-olehmu jo. Kelak di kemudian hari kamu bertumbuh menjadi orang luar biasa, solider terhadap orang lain.

Makna Mimpi

Wisma Keuskupan, 13 Januari 2009

Mimpi terjadi ketika seseorang tidur pulas. Terkadang pesan mimpi berguna untuk hidup sang pemimpi. karena mimpi bisa merupakan gambaran tentang dirinya. Bahkan kondisi orang saat itu terkadang bisa tercermin melalui mimpi. Bila seseorang diselimuti dengan perasaan takut, mungkin dia bermimpi hal menakutkan. Kebetulan 12 Januari 2009 pastor Titus mimpi buang air besar, tanggal 13 Januari 2009 setelah bangun tidur pastor perut Titus mules. Bahkan mungkin mimpi merupakan cara alam bawah sadar berbicara kepada kita. Bilamana seseorang rajin mencermati bahasa alam bawah sadar melalui mimpinya, maka boleh jadi unconscious akan memberikan lebih banyak lagi inspirasi-inspirasi berguna untuk hidup.

Apakah anda pernah mimpi dan mimpi tersebut sungguh relevan dengan hidup anda?

Kebetulan, Hasil Doa atau Kemurahan Tuhan?

Wisma, 9 Januari 2009

Pukul 13.30 wib 3 imam imam dan sebagian karyawan-karyawati keuskupan pangkalpinang berangkat melayat Ibu dari seorang pegawai keuskupan di pekuburan katolik Jalan Koba Pangkalpinang. Sedangkan sebagian rekan imam dan sebagian karyawan-karyawati mengikuti ibadat pelepasan di rumah duka. Pukul 1340 wib hujan turun dengan lebat. Banyak orang berteduh di bawah atap di tengah-tengah pekuburan. Kekhawatiran para pelayat timbul. Bilamana selama pemakaman hujan, maka dikhawatirkan tenda biru yang terpasang roboh.

Sambil kelakar seorang imam berujar kepada seorang bapak tua di pekuburan. “Berdoalah kepada Tuhan, agar hujan berhenti sesaat selama pemakaman.”

Bapak itu sambil bercanda berkata,”wus … “ tangan kanan bergerak ke langit.
10 menit hujan berhenti. Pukul 14.00 wib jenasah tiba di pekuburan. Peti segera diusung dan diletakkan di atas liang lahat. Seluruh keluarga berdiri di atas bagian kepala peti. Para pelayat berada di bawah kaki, samping kiri dan samping kanan peti. Seorang imam dengan jubah putih membawa buku doa. Doa-doa mengiringi. Bunga ditabur di liang lahat. Segumpal tanah dilemparkan ke dalam liang lahat. Asap dupa mewangi menebar ke penjuru liang lahat. Perintah pemimpin untuk menurunkan langsung diikuti oleh penunggu kubur. Selama menguruk liang lahat dengan tanah, seluruh pelayat dan keluarga mengiring dengan puji dan doa kepada Allah.

dscn6827

“Biarkan dia kembali ke pangkuan Bapa dalam damai sejahtera.” Penguburan berjalan dengan lancar. Air dari langit berhenti sejenak. Dia seolah mengetahui kepedihan dan sekaligus kegembiraan manusia. Dia baru menurunkan air dari langit setelah seluruh proses pemakaman usai.

Apakah kejadian ini kebetulan? Bukankah pastor dan bapak itu orang berdosa? Bahkan terkesan bapak itu hanya main-main, “wus …”? Sekurang-kurangnya tumbuh kesadaran bahwa Allah sungguh maha rahim dan Maha penyayang. Dia memenuhi kebutuhan manusia yang baik dan yang jahat, yang saleh atau berdosa. Terimakasih Tuhan, Engkau mengajar hamba-Mu untuk menyadari kemaharahiman-Mu.

Visi Para Tukang Bangunan

Wisma Keuskupan, 7 Januari 2009

Pukul 23.00 wib Titus budiyanto berhenti memandang sepak terjang para buruh dalam mencapai Visi mereka. Visi mereka adalah membangun wisma keuskupan di Jalan Batu Kadera XXI N0 545 A Pangkalpinang. Mereka bekerja dari pukul 08.00 wib sampai dengan 23.30 wib. Makanan mereka setiap hari adalah nasi, mie dan telor. Di hari minggu mereka makan di rumah makan padang. Minuman mereka adalah air putih, teh dan kopi. Tempat tidur mereka di papan ukuran 8 x 10 meter. Bagaimanakah mereka gigih mewujudkan visi? Bagaimanakah mereka mampu mempunyai kekuatan luarbiasa walaupun makanan mereka sederhana?

dscn6781

Pastor Hendrawinata berujar,”Motivasi adalah uang dan keluarga. Semakin lama mereka menyelesaikan bangunan, semakin lama mereka berpisah dari orang tua, dan sebaliknya. Semakin mereka cepat menyelesaikan pembangunan, semakin banyak kesempatan mereka untuk menggarap proyek yang lain.”

Proses perjuangan para tukang-tukang bangunan menginspirasi kita bahwa kita perlu melukiskan goal kita secara gamblang. Setelah out come dirumuskan dengan rinci dan jelas, kita harus berjuang mewujudkannya siang dan malam. Perjuangan mewujudkan visi dan mimpi harus dilandasi motivasi jelas.

Apakah kita mempunyai visi dan misi yang jelas? Apakah kita sudah merumuskan out come hidup kita?

Hujan Merupakan Rahmat Tuhan

Keuskupan, 7 Januari 2009

Pukul 14 wib Titus dijemput oleh Bapak Wijaya untuk bersantap bersama dengan keluarga besarnya. Panter 2003 berwarna biru membawa kami dari keuskupan menuju ke Pangkalbalam. Di ruang tamu banyak keluarga berkumpul bercakap-cakap. Tuan rumah mempersilahkan kami memasuki ruang tamu untuk bergabung dengan keluarga besar. Keterbukaan keluarga terhadap orang luar merupakan wujud sikap penerimaan pihak luar masuk ke lingkaran bagian dalam. Mereka menerima kehadiran imam di tengah-tengah keluarga. Kehadiran Imam sungguh membawa warna indah dalam perjumpaan keluarga besar.

dscn3937

Imelda mengutarakan isi hatinya kepada pastor Titus,”banyak urusan semenjak ama berada di rumah sakit sampai pemakaman selalu terdapat sisa. Beaya opname dan perawatan di rumah sakit sekalipun mahal, tetapi terdapat uang sisa. Bidang-bidang lain juga mengalami kelebihan. Kelebihan ini akan disumbangkan ke orang-orang menderita.”

Melly adik Imelda menyela percakapan keluarga,”SMS pastor Titus tertanggal 5 Januari 2009 diforwatkan ke seluruh keluarga. Iya pastor. Bahkan di detik-detik terakhir Ama masih memberikan rahmat bagi kita semua …”

SMS pastor Titus Budiyanto tertanggal 5 Januari 2009,”Januari 2008 pukul 08.00 wib keuskupan pangkalpinang mengadakan ibadat peletakan batu pertama pembangunan wisma keuskupan pangkalpinang. Selama ibadat hujan turun dengan lebat. Di dalam kotbah Mgr Hilarius berkata bahwa hujan merupakan rahmat Tuhan. Berarti Tuhan memberkati pembangunan rumah. Demikian juga ketika gerak jalan seluruh umat Bangka Belitung tertanggal 11 November 2008 dari St Yusuf Pangkalpinang menuju ke gua Maria Yung Fo Pangkalpinang hujan lebat. Di depan gereja katedral dia menyampaikan bahwa hujan merupakan rahmat Tuhan. Kalau kita mencermati awal misa requiem hingga pemakaman di pekuburan Katolik Jalan Koba, hujan turun dengan lebat. Ini merupakan tanda baik, yakni Allah melimpahkan rahmat berlimpah kepada keluarga besar ama. Rejeki anak dan cucu sangat melimpah.”

Nasi dan sayur cap cai menjadi lebih lezat ketika rekan iman mau berbagi satu sama lain. Sikap keluarga Claudia terhadap peristiwa hujan di saat pemakaman merupakan wujud sikap iman yang baik. Kotbah uskup merupakan sikap Mgr Hilarius Moa Nurak SVD terhadap air hujan bertepatan dengan kegiatan besar keuskupan dipandang rahmat Tuhan. Ini merupakan sikap iman seorang uskup. Peristiwa alam mengajar kita semakin bijaksana menyikapi hidup sehingga kita mendapatkan kebahagiaan. Selamat atas rahmat yang dilimpahkan kepada keluarga besar Imelda Claudia.

Melayat

dscn3892Sejak kemarin , Titus budiyanto melayat orang mati di pangkalbalam. Nenek Suryani meninggal di usianya ke 89 tahun. Seluruh cucu dan anak berkumpul. Seluruh ruangan di rumah di tutup dengan kain putih. kematian dimaknai sebagai kegembiraan. Claudia Imelda dan Wiryo menjelaskan,”ama sudah meninggal. Anak-anak sudah menikah dan bisa mandiri. Cucu-cucu sehat walafiat. Dia sudah selesai tugasnya di dunia. Dia sudah kembali kepada Tuhan.”

Iman pasangan muda ini patut diteladani. Kita patut bergembira dengan kematian orang yang dicintai, karena dia sudah mendapatkan kesempurnaan bersatu dengan Tuhan. Juga dimaknai bahwa tugas dan tanggungjawab di dunia yang dipercayakan kepadanya sudah selesai.

Hari Ini juga melayat orang mati pukul 18 wib di Baciang Pangkalpinang. Kontras dengan situasi di atas. Dia terbujur kaku di atas tempat tidur papan. di samping terdapat peti. Dia belum dimasukkan ke dalam peti. Letak ranjang dan peti tersebut di ruang tamu. Tembok dibiarkan asli. lingkungan di sekeliling masih hutan. Tubuhnya gemuk besar menyimpan guratan kepedihan. Dia meninggal karena sakit. Namun demikian kematian adalah misteri. Allah yang memberi, Allah yang mengambil. Terpujilah nama Tuhan, kata Ayub.

“Peiong, segeralah turun!”

Wisma keuskupan, 4 Desember 2008

 

Pekerjaan Peiong memungut cukai. Dia heran melihat kerumunan banyak orang di tepi Jalan Cangkringan. Keinginan tahunya semakin menjadi-jadi ketika orang-orang di sekelilingnya berdecak kagum dengan lelaki gondrong misterius.

 

“Dia sungguh orang suci!” ujar salah seorang di samping kiri Peiong.

 

Keinginan tahunya tidak segera tercapai, karena tubuhnya pendek, sedangkan tubuh banyak orang lebih tinggi daripadanya. Peiong memutar otak encer dan liciknya, agar bisa melihat lelaki gondrong itu. Dia memanjat pohon di tepi jalan, yang akan dilewati oleh lelaki gondrong itu.

 

Engli geleng kepala melihat Peiong memanjat pohon. “Dasar tua tua keladi. Semakin dia tua, semakin menjadi-jadi gilanya!”

 

Betullah lelaki gondrong misterius itu melewati jalan di samping pohon yang dipanjat Peiong. Lelaki gondrong itu berhenti di bawah pohon. Para pengikut lelaki gondrong terheran-heran, “apakah sang guru juga mau menghormati pohon besar seperti orang-orang kong hucu? “

 

Kepala lelaki gondrong itu mendongak ke atas. “Peiong, segeralah turun! Aku mau bertamu di rumahmu!”

 

Sekujur tubuh Peiong bergetar mendengar suara berwibaya lelaki gondrong. Ia tergopoh-gopoh turun dari puncak pohon besar dan tinggi. “Bagaimana mungkin tubuh anda bercahaya putih kemilau? Sinar-Mu menghalau kegelapan di hatiku. Kuserahkan harta hasil perasan dari rakyat kepada-Mu dan kukembalikan harta milikku kepada rakyat.”

 

“Hari ini engkau telah mengalami keselamatan. Allah datang ke dunia untuk mengampuni dosa-dosa umat manusia. Apakah engkau menyimpan wine di rumahmu?”

 

“8 botol wine sudah tersedia. Mari kita merayakan kegembiraan bersama!”

 

Situasi Indeks BEI tertanggal 5 Desember 2008 seperti kisah di atas. “Peiong, segeralah turun! Aku mau bertamu di rumahmu!” Artinya indeks BEI turun atas perintah lelaki misterius. Sedangkan arti “kuserahkan harta hasil perasan dari rakyat kepada-Mu dan kukembalikan harta milikku kepada rakyat.” Betulkah hasil pungutan dari pei ong diserahkan kepada rakyat dan Tuhan? Benarkah dana yang masuk ke BEI sungguh membantu para investor dan trader atau justru menjebak? Artinya mereka masuk agar tampak transaksi di BEI masih menggairahkan, padahal sebetulnya tidak?