Kisah si Coklat

Pertapaan Yung Fo, 14 Januari 2010

Seseorang memiliki anjing blacky sejak 3 tahun yang lalu. 9 september 2009 blacky melahirkan 6 ekor di gorong-gorong (saluran air) di depan kamar tuanya. Dia sudah memindahkan blacky dengan keenam anaknya di bawah pondok. Keenam anaknya ditaruh diatas karton berlapis kain agar hangat. 5 menit setelah si pastur pergi meninggalkan blacky dan keenamnya di pondok, blacky membawa pulang kembali ke gorong-gorong.

Sikap si blacky membuat kesel pemiliknya. Blacky diikat dengan rantai di pondok di samping anaknya. Berulangkali rantai tipis putus ketika blacky meronta-ronta. Ketika dia bebas dari belenggu, ia menggondol keenam anaknya untuk dibawa kembali ke gorong-gorong.

Kekurangajaran blacky membuat berang tuanya. Ia tutup gorong-gorong dan dihajar berulang-ulang agar kapok, tetapi si blacky tetap saja melupakan hajaran demi hajaran tuannya. Setiap kali ada kesempatan ia membawa keenam anaknya masuk ke gorong-gorong. Perlakuan keras dan kasar terhadap si blacky tidak membuahkan hasil.

Loli, rekan pemilik anjing merasa iba melihat blacky berada di dalam kamarnya. Ia bertanya, “ada apa blacky? Kok mukamu sedih?” si blacky menunduk sedih. Ia bertanya kembali, “ada apa kau sedih?” muka blacky memandang. Mereka adu pandang. “oh kamu mencari anakmu ya? Anakmu kemana? Kau bawa ke gorong-gorong lagi?”

Dia berdiri keluar dari kamar. Loli mengikutinya. Dia bingung berlari berputar-putar ke komplek dan berusaha memasuki gorong-gorong yang sudah tertutup dengan batu. “mengertilah loli. Dia mencari anaknya. Dia berlari panic karena air memenuhi gorong-gorong. Naluri keibuannya muncul untuk menyelamatkan anaknya.

Loli mengajak loli ke tempat anaknya. di samping anaknya blacky menjilati bulu basahnya. Loli memandang iba di samping blacky dan keenam anaknya. “Loli, kau tinggal di sini saja. Di sini terlindung air hujan. Di gorong-gorong penuh air ketika hujan turun. Kasihan anakmu. Kau disini ya!” si blacky mendekati anaknya. anaknya menyusuinya.

Detik itu blacky tinggal menetap di pondok bersama keenam anaknya. Setiap hari pemilik membari minum susu dan telor lehor. Ia memberi makan dan minum setiap hari di pondok itu. Keenam anaknya tumbuh dengan sempurna. Tubuh keenam anak blacky gemuk-gemuk. Seluruh penghuni bergembira melihat perubahan blacky.

Ketika keenam anak blacky sudah menginjak 2 bulan, blacky dipindah ke kebun. Si coklat sangat jago menggonggong. Menurut penglihatan pemiliknya dia paling berkwalitas. Ia dipilih dipelihara, sedangkan ke 5 anak blacky diberikan kepada oorang-orang yang berminat.

Sekarang si coklat sudah semakin tumbuh besar. Dia jago menggonggong. Beberapa minggu ini hampir setiap berjumpa dengan orang, dia masuk ke gorong-gorong sembari menggonggong. Dia sering berlari ke gorong-gorong dan menggonggong nyaring. Jiwa berani si coklat masih bercampur aduk dengan ketakutan. Pemilik perlu melatih agar menjadi anjing handal.

Si loli mendapat pencerahan melihat si coklat. Blacky melahirkan Si coklat di gorong-gorong. Si coklat berlari ke gorong-gorong karena di sana ia merasa nyaman dan aman. Ia merasakan aura perlindungan si Blacky, sekalipun dia sudah tiada. Loli atau pemilik perlu member rasa aman kepada coklat, agar tumbuh keberanian menghadapi ketakutan. Sumber ketakutan ada di dalam diri dan bukan ada pada manusia, karena manusia di sekelilingnya adalah saleh. Ketakutan teratasi hanya dengan menghadapi dan bukan mencari tempat perlindungan yang aman, terhadap masa lalu.

Banyak orang bersikap seperti coklat. Sekalipun orang sudah berumur 20 tahun, sikap hidupnya sering mengulang ketika dia masih kanak-kanak atau bayi. Ketika orang menghadapi ketakutan, ia lari untuk mencari rasa aman. ketika orang merasa di “gorong-gorong” tempat masa kecilnya, ia merasa aman. Orang berjalan mandeg ketika bersikap seperti coklat. Langkah untuk mengatasi ketakutan adalah meninggalkan rasa aman di masa kecil, dan berani menghadapi ketakutan itu sendiri.

Mind Reading

Pertapaan Yung fo, 11 Januari 2010

Titus: Halo
Mawar : melati, pasturnya da bisa
Melati: yuuupz pinter. Makanya di puji pinter
Titus : Ya
Mawar: pastur
Titus: Yo
Melati: saya ada masalah
Titus: Apa itu?
Mawar: melati cerita masalahnya
Melati: saya …melati … bermasalah dengan penyakit saya neh
Titus: Penyakit apa?
Melati: sakit dari bln november.. sampai sekarang … tadi pagi saya sampai kantor… kepala langsung pusing sekali sampai sekarang pastur…. ada apa ya? Memang saya ada diabetes, dll .. tetapi x ini saya sakit flue, batuk, sakit kepal terus.
Titus: Sulit tidur!(mind reading)
Melati : ya.. sampai minum obat tidur .. tetapi semalam ga minum… terkadang 1 malam penuh ga bisa nyenyak.
Titus : Itu penyebabnya!
Melati : ga ada masalah lainnya? Coba tolong pastur liatin ya.
Titus: Penyebab tidak bisa tidur karena perasaan buruk! (mind reading)
Melati: Perasaan apa pastur? Saya baik2 saja kok. he he …
Titus: Perasaan buruk penyebabnya adalah pikiran buruk!
Melati: aduh pastur saya ga ngerti neh ….
Titus: Pikiran buruk muncul ketika ada representasi buruk yang muncul. Ketika kau tak bisa tidur, suara apa yg muncul di dalam dirimu dan bayangan apa yg muncul? (mind reading)
Mawar : penyakit udah lama pastur, turunan dari bapaknya. Apa kesepian karena pisah sama orang tua n saudara?
Melati: pastur saya doa salam maria untuk menghilangkan bayangan2 apapun
Titus: Kau tidak menjawab pertanyaanku, bayangan apa? (meta model)
Mawar: melati , pastur tanya, bayangan apa yang muncul di pikiran kalau gak bisa tidur
Melati:: ga ngeh ya
mawar: coba pikirin dulu baru jawab
Melati: karena emang ga apa2 Cuma gelisah aja .. aduh kok gini, aduh kok gitu .. ntar kalo ga pules besok gula naik … jadi gelisah.
Mawar : pastur.. melati selalu bilang mau mati
Melati: cuma rasanya begitu
Titus: “aduh kok gini, aduh kok gitu” apa yg kau katakan kok begini dan begitu? (pakai teknik Milton model)
Melati:: ya setiap x saya kesal dengan kehidupan saya … karena memang dihati saya ada rasa iri dengan kakak saya or adik2 saya.. Selalu dan selalu,,,, kadang saya merasa menyesal kenapa saya ada. (proses generalisasi hal buruk). Terus terang sekarang ini saya benar2 kecewa sekali degan hidup sekarang ini sepert sebatang kara pastur..
Titus: Nah menurutmu rasa kesel, iri, merasa hidup gak bermakna (kecewa dg hidup) dst perasaan buruk atau perasaan baek? (pakai teknik Milton Model)
Melati: Ya buruk. Saya jauh dari keluarga dari kecil… selalu merasa tidak punya siapa2.. tiap malam itu saja yang kepikiran apalagi pada saat sakit. Setiap malam bukan hampir lagi deh.. selalu dan selalu itu…. Saya cape sekali. Bangun tidur bukannya segar saya cape. (representasi internalnya , penyebabnya)
Titus: “selalu merasa ga punya siapa2″ apakah ini perasaan buruk atau perasaan baek?
Melati: ya buruk
Titus: Itulah penyebab tidurmu gak nyenyak atau tidak tidur!
Melati : ya…. saya juga sudah berusaha untuk melepas semua perasaan itu… tetapi ga bisa pastur…… Cape. (nah dia mulai mengakui bahwa perasaannya merupakan persoalan. Persoalan membuatnya tidak bisa tidur.
Melati: saya bingung sekarang ini saya harus bagaimana?… yang ada saya kecewa dan kecewa….selalu. Saya ga mau ketemu mama saya samp dengan akhirnya.. itu tekad saya pastur… mungk itu salah 1 penyebabnya .. saya sadari betul
Kenapa setiap saya baik selalu ada saja masalah yang akan buat saya dengan mama saya jadi musuhan lagi… (dia melakukan generalisasi hal buruk lagi, dan jatuh pada sebab akibat). Kalau saya seperti ini saya merasa kesel ama mama saya.. (dia sudah mulai fokus pada perasaan / emosi buruk). Sekarang saya merasa orang paling tidak beruntung pastur dalam segala hal…… kenapa saya tidak mau ketemu mama saya.. karena saya sudah capai tiap x kita baik pasti sebentar saya marah lagi biasanya lebih fatal. Itu saja pastur . Mungk ini pikiran2 buruknya y pastur? (dia fokus pada emosi buruk, marah dan benci dengan mamanya)
Titus: Ya . “Sekarang saya merasa orang paling tidak beruntung pastur dalam segala hal” ini perasaan baik atau buruk?
Melati: ya buruk. Saya harus gimana lagi pastur? Dalam hidup saya ini… saya pernah merasa takut sekali… jangan kan untuk hari esok.. untuk berapa jam kedepan saja saya takut sekali…
Titus: “saya takut sekali… ” Itu perasaan baik or buruk
Melati : buruk, pastur.. saya harus bagaimana?
Titus: nah, sekarang kau sudah mengakui bahwa kau mengembangkan emosi negative. Emosi atau perasaan negative menjadi penyebab kegelisahanmu. Kegelisahan membuatmu tidak bisa tidur.
Pada umumnya orang menghindari nilai-nilai buruk yakni kesepian, kemarahan, kebencian, iri, kekosongan, merasa tidak dicintai, dan lain-lain. Namun kau terbelenggu pada nilai-nilai yang hendaknya dihindari oleh orang lain. Masa saran saya kembangkanlah nilai-nilai luhur, yakni cinta, syukur, harapan, kasih, keyakinan, iman, kontribusi, kemurahan hati, kegembiraan, dan lain sebagainya. Ketika kau fokus .

Lahirkan Pikiranmu

pertapaan Yung fo, 22 desember 2009, jam 0238 wib

Sabda sudah menjadi daging. Firman menjadi nyata dalam bunda maria. Perkataan sudah menjadi perbuatan. Perkataan adalah cermin pikiran. Dunia ide berasal dari pikiran.kata /firman adalah alat berfikir. Pikiran bekerja berdasarkan perkataan. Perkataan yang baik melahirkan perbuatan yang baek. ketika maria mampu memenuhi pikiran dengan firman/kata2 baek maka perbuatanya baik. Ketika dia melahirkan perbuatan baek, orang menangkap/melihat tuhan dalam perbuatan baek. Sumber kebaikan adalah tuhan. Setiap orang yang mendengar sabda dan melaksanakan sabda, dia melahirkan putera/tuhan. Melalui perbuatan baik yang universal, orang mengenal/melihat Tuhan. Firman sudah menjadi daging, kata2baek menjadi tindakan-kebiasaan-karakter-nasib. Kalau mau selamat kuasailah sabda dan lahirkan dalam perbuatan maka nasibmu bahagia selamat sukses.

Sekedar Mengingat Beberapa Pemikiran

Pastor Adelbert menjelaskan dalam filsafat metafisika di depan para muridnya,Ada adaan-adaan di dunia. Semua adaan tersebut ada yang mengadakan. Yang mengadakan adaan adalah pengada. Pengada adaan adalah sang Pengada (Tuhan). Sang Pengada adaan tidak bisa tidak ada, artinya Dia selalu ada / kekal, sedangkan pengada adaan dan adaan bersifat sementara atau bisa tidak ada.”

Kita bisa mengadakan adaan-adaan seperti meja, kursi, buku, rumah, dan lain-lain, Allah pun bisa mengadakan adaan seperti langit, bumi, angin, air, manusia, tumbuh-tumbuhan dan lain-lain. Pada umumnya manusia mengadakan adaan memerlukan bahan-bahan, sedangkan Tuhan tidak selalu mengadakan adaan dengan bahan-bahan. Manusia bisa lenyap, sedangkan Tuhan abadi. Manusia bisa tidak ada, manusia selalu mengada. Sekalipun manusia sudah menyadari bahwa dirinya bisa tiada, dia merindukan keabadian sehingga kematian terkadang menjadi momok bagi manusia.

Dick Hartoko dalam kata pengantar di buku manunggaling kawula gusti karya p.j zoetmulder mencatat tentang. “filsafat dan theologia sebagai ilmu menarik perhatian orang Jawa dua abad yang lalu. Yang dicarinya adalah pengetahuan yang ada artinya bagi praktek kehidupan, untuk memahami dirinya sendiri, memperoleh informasi mengenai kebenaran tentang hidup dan kematian, tentang cara mencari dan menemukan Tuhan. Bagaimana hubungan manusia dengan Tuhan.” Manusia merindukan keabadian dan pengen seperti Tuhan, yang abadi. Kegundahan manusia menjadi pekerjaan agama-agama untuk meneguhkan manusia.

Zoetmulder dalam buku manunggaling kawula Gusti menangkap bahwa orang jawa merumuskan tentang hidup dan kematian (Allah adalah asal dan usul kehidupan), bagaimana manusia menemukan Tuhan, dan bagaimanakah hubungan manusia dengan Tuhan. Korelasi adaan, pengada adaan, Pengada yang tidak bisa ada dan selalu ada (Tuhan). Ketika manusia menyadari kemanunggalan dengan Gusti, maka manusia memiliki ketenangan batin. Manusia bisa mati di dalam hidup, dan hidup di dalam mati. tidak ada kamus kematian kekal bagi manusia yang bersatu dengan Tuhan.

Huston Smith penulis buku agama-agama manusia merumuskan dengan gaya bahasanya sendiri tentang hal yang dipikirkan oleh Zoetmulder. “bukankah masing-masing agama itu mengandung bentuk tertentu dari hukum Utama, hukum cinta akan sesama manusia? Bukankah setiap agama itu mengakui adanya suatu Dasar Ilahi yang bersifat universal darimana berasal seluruh manusia ini, dan dimana harus dicari kebaikan manusia yang sebenarnya.” Agama apapun mengakui tentang realitas tertinggi dan rindu dengan realitas tertinggi itu. Ketika kerinduan manusia terpenuhi, disitu manusia menemukan kebahagiaan dan ketenangan.

Hari Kiamat

pertapaan yung fo, 18 desember 2009

ketika membuka muncul pemikiran tentang hari kiamat. tema ini akan diusung oleh tabloit berkat edisi januari 2010. ketika sedang memikirkan hal itu, seorang sahabat dari singapura bertanya, ” Romo, apa menurut romo tntang 2012?”

namanya saja sudah SMS , pertanyaan pendek dan jawaban juga pendek. “luarbiasa mengagumkan si pembuat film. dia atau mereka mengusung tema yang menyentuh keyakinan umat beriman tentang akhir dari kehidupan. keyakinan yang diangkat menyentuh pertanyaan mendasar banyak agama-agama , yakni dari manakah manusia berasal, untuk apa manusia hidup dan mau kemana manusia pergi setelah dia mati?

Sekarang 18 desember 2009. sebentar lagi kita memasuki tahun 2010. jeda waktu 2010 ke 2012 sangat dekat, yaitu 2 tahun. prediksi kiamat 2012 sudah diambang pintung. ketika dia menyadari bahwa akhir segala kehidupan sudah di depan pintu, maka respon orang beranekaragam. Perasaan takut – khawatir atau syukur atas prediksi? sikap kagum atau acuh? semua berpulang berdasarkan persepsi masing-masing.

prediksi tentang hari kiamat sudah berulangkali terjadi. berulangkali juga orang masih saja percaya dengan ramalan. orang-orang yang percaya ramalan terkadang menjadi korban dalam segala aspek, harta, nyawa, perasaan dan hal lain. orang bukannya belajar dari sejarah, tetapi orang terkadang jatuh berulang-ulang di lobang yang sama.

Jelas dan tegas sikap orang beriman,”waspadalah dan berjaga-jagalah, kerajaan Allah sudah dekat.” Ada prediksi atau tidak ada prediksi, dalam segala situasi sikap utama adalah waspada dan berjaga-jaga. karena manusia tidak ada yang mengetahui kapan saatnya itu tiba. “hanya Bapa di Surga mengetahui hal ini.”

Pancaran

Perapaan Yung Fo, 16 Desember 2009

Kita perlu pandai mengkomunikasikan pencerahan. Ketika pencerahan itu kita sembunyikan di bawah tempat tidur, maka terangnya menyebar terbatas. kita perlu mengangkatnya ke atas bumbungan agar semakin banyak orang memandang pancaran cahaya terang.

Hidup dengan berpusat pada ego – diri dan terbatas pada lingkaran kecil mengerdilkan ketakberbatasan pikiran dan hati. Padahal hati dan pikiran memiliki radius memancar seluas dunia. Menembus keterbatasan menyentuh semakin banyak maklhuk hidup di dunia.

Yang terbatas itu fana, yang tak berbatas itu baka. kita adalah baka. kebakaan menyentuh kebakaan. kebakaan mengatasi kefanaan. ini letak kebahagiaan sejati.

Arah Hidup

Pertapaan Yung Fo, 14 Desember 2009

kita berasal dari mana dan sekarang kita berada dimana? Posisi kita sekarang berada di sini, dan kita mau kemana? ketika orang tidak memiliki tujuan jelas dari mana menuju kemana, orang terkadang diliputi perasaan khawatir. Kekhawatiran sering dicipta oleh orang itu sendiri dan bukan oleh Tuhan atau orang lain. Lucunya ketika perasaan itu menyergap, orang terkadang menyalahkan orang lain atau Tuhan.

Nah, sekarang setelah mengetahui bahwa arah hidup itu sangat penting bagi kita maka kita bisa menetapkan arah hidup kita – sasaran-sasaran kita jangka panjang dan jangka pendek untuk tahun 2010. Tuhan membimbing kita melangkah dari kondisi sekarang menuju ke kondisi di masa yang akan datang dengan segala sumber daya yang kita miliki dari Tuhan.

Membangun Hubungan

pertapaan yung fo, 17 November 2009

Sekedar Sharing

Beberapa guru regina SD Regina Pacis Belitung mengundang pastor berkunjung ke sekolah. Undangan tulus hati akan membuahkan kebaikan, maka pukul 815wib pastor berangkat ke sekolah SD Regina Pacis Tanjung Pandang Belitung. Pertama adalah menyalami para guru di ruangnya. Duduk di salah satu kursi kosong guru dan bercakap kehidupan mereka, tugas mereka, kegiatan di gereja, dll. Setelah itu ada senam bersama seluruh kelas, ketika senam dimulai seorang guru berkata,”kami hanya mengawasi anak2 agar tidak main2.kalau kami yang mengajar senam, mereka mengantuk” saya pamit para guru untuk meninggalkan ruangannya menuju ke halaman sekolah berbaur dengan anak2 yang sedang senam. Semua anak memakai seragam olah raga ,sedangkan guru tetap memakai kemeja dan rok kecuali 1 ibu memakai pakaian olah raga. Saya mengambil foto ketika mereka sedang olah raga. Pastor menjadi asing di tengah2 anak anak sekolah SD.

Setelah menfoto dari beberapa sudut pandang pastor berdiri disamping anak sd kelas 1, yang letaknya di belakang sd kelas 6. Pastor mengikuti gerakan dari salah seorang anak sd yang memimpin di depan. Seluruh mata anak di sekolah tertuju kepada pastor dalam tempo 5 menit. Mereka tersihir dengan kehadiran pastor dan kemahiran pastor membangun rapport/hubungan. Kesalahan tidak menyurutkan pastor tetap semangat olah raga meniru gerakan mereka. Dalam tempo beberapa menit pastor bisa akrab dengan anak sd kelas 1-kelad 6. Banyak sekali anak mengerumuni pastor.

Ketika mereka mengerumuni pastor, disitu pastor menyampaikan pesan kepada anak anak. “Siapa yang menepuk tangan pastor menjadi sehat” tidak ada hubungan logis tepukan dengan sehat, tapi itu teknik pacing leading. Pastor melanjutkan lagi, siapa yang menepuk kedua tangan pastor membuat murah hati.” Kalimat yang sudah dipilih ditancapkan didalam diri anak sampai menjadi sebuah keyakinan. Keyakinan ini mengubah perilaku anak menjadi sukses, sehat, bahagia, selamat.

Bel berbunyi pertanda kelas pelajaran mulai. Pastor memilih kelas 3 sd karena tertarik dengan kelincahan anak lelaki. Awal pelajaran dimulai dengan doa bapa kami. Guru mengijinkan pastor mengikuti pelajarannya. Seluruh mata tertuju kepada benda asing/orang asing bernama pastor. Kelas menjadi tenang setelah pastor juga ikut terlibat mendengarkan guru, mereka ikut ikutan mendengarkan guru. Ketika pastor menulis sendiri di kelas dan tidak mendengarkan guru, para murid melihat tulisan saya. Sekalipun pastor sudah katakan kepada mereka agar mendengarkan guru, tetapi anak lebih melihat perbuatan pastor yang sibuk nulis hal lain daripada mendengarkan guru. Pencerahan terjadi, oh begitu ya proses pendidikan anak agar anak mengerti menguasai ilmu yang kita transfer. Anak bukan melihat ucapan saja tetapi dia lebih melihat perbuatan.

Sejam pelajaran agama tentang Yohanes Pembaptis selesai, pastor menuju ke lapangan. Di lapangan pastor bermain kasti dengan anak-anak. Gurunya mengijinkan pastor bermain. Pastor memilih menjadi salah satu grup. Disini keakraban terjadi. Seluruh anak akrab dan sangat dekat. 1 wanita dari keluarga kaya pertama enggan dekat tetapi setelah seluruh kawannya berteman dengan pastor dan bahkan gurunya berteman akrab dengan pastor, dia mulai akrab. Bahkan ia berani minta tolong membukakan tutup gelas air minumnya.

Selesai bermain kasti pastor bermain cak lingking : anak anak menggambar rumah dengan kamar kamarnya. Kami melemparkan pecahan genteng. Kami melompat dengan satu kaki. Ketika pastor bermain seluruh mata anak sd dari kelas 1sd-6sd melotot ke arah pastor. Bahkan mereka menonton pastor berjingkat jingkat sembari ketawa ngikik. Hehe… Selama proses bermain pastor tancapkan satu dua kata sampai nembus dan terekam menjadi keyakinan. Seluruh anak yang ada disitu bisa digerakkan semau kita

Bel berbunyi, seorang ibu guru yang mau masuk kelas VI menghubungi pastor. “Tolong doakan anak-anak kelas kami. Mereka keras kepala dan sulit diatur.” Pastor tertawa mendengarnya. Setelah dipersilahkan masuk pastor bicara di hadapan mereka /42 anak. Raport di luar sudah terjadi dan melanjutkan rapport di dalam dengan melontarkan pertanyaan pertanyaan tentang Tuhan dan anak Tuhan. Tuhan baek, anak Tuhan baek. Anak Tuhan diibaratkan seperti super girl dan super boy. Tuhan memiliki kekuatan untuk menolong, demikian juga super boy. Setelah dikuras habis energi mereka dengan aneka permainan dan teriakan mereka baru diarahkan. Mulai detik ini aku adalah anak tuhan dan berbuat baek seperti superman. Perilaku anak berubah dan pernyataan guru runtuh. Mereka mudah kok diarahkan ketika kita mampu membangun raport/hubungan baik.

Malam ini ada klien. Dia kelas 1 sltp regina pacis tanjung pandan belitung. Pastor kaget ketika mengetahui bahwa keduanya pernah bertemu dengan pastor beberapa bulan yang lalu di kelas 6 sd regina pacis tanjung pandan belitung. Waktu tema pembicaraan pastor adalah memberi. Pastor memberi contoh memberi. Misalkan di kelas itu ada yang fasih bahasa inggris, maka pastor mengatakan bahwa yang pandai bahasa inggris membantu yang berkekurangan. Yang pandai matematika mengajar kawannya yang belum mahir matematika. anak bisa membantu guru menghapus papan tulis. Di rumah anak membantu orang tua seperti menyapu, mencuci, mendoakan. Jika punya uang juga bisa menyisihkan kepada orang orang miskin atau orang terkena bencana alam. Waktu itu pastor bertanya, pastor sekarang lapar. Apakah pastor bisa minta uang rp.1000?” Seorang murid mengambil dari dompetnya dan diberikan kepada pastor. Pastor ambil uang itu dan pastor mengambil dompet untuk memberi rp. 100.000 kepada anak itu. Uang 1000 pastor berikan kepada kawan di kelasnya. Tidak diduga dia justru menjadi katolik dengan perjumpaan beberapa menit itu.

Hidup anak berubah total dalam perjumpaan beberapa menit. Terkadang perjumpaan singkat mengubah orang. Menakjubkan khan? Anak lebih melihat teladan daripada kata-kata, nilai perbuatan bisa mencapai 94%, sedangkan nilai perkataan hanya 6%. Anak menjadi mudah diarahkan atau sulit sangat ditentukan oleh kemahiran orang dewasa dalam membangun rapport/hubungan dengan anak-anak. Niat hati tulus tercermin di dalam kata-kata bijak dan kata kata bijak bersumber dari sabda Tuhan / Allah.

Beda tipis Kematian dengan Ultah

DSCN8467

pertapaan Yung fo , 3 november 2009

Pelayanan pemberkatan bunga dan lilin di pekuburan katolik jalan Koba Pangkalpinang pada tanggal 2 november 2009 sudah dimulai sejak pukul 14.00 wib sampai dengan 16.00 wib. Setiap tahun umat katolik datang membawa bunga dan lilin untuk orang-orang yang mereka cintai sebelum merayakan ekaristi arwah di pekuburan jalan koba pangkalpinang.

Banyak terhampar nisan sederhana, sedang dan mewah. Orang terkenal semasa hidup di dunia, ia mati. Orang kaya selama hidup di dunia, dia mati. Wanita cantik mati di kubur. Orang gagah dan ganteng juga mati dan dikubur. Apapun suku dan agama juga mati dan dikubur di dalam tanah. Semua orang mati, tanpa kecuali. Namun orang beriman percaya bahwa kematian bukanlah akhir tetapi justru awal kehidupan baru. Hidup bukan dilenyapkan tetapi hidup diubah. Umat beriman yang percaya dibangkitkan oleh Tuhan.

Pulang pelayanan di pekuburan ditraktir makan sea food di restoran neputune pasir padi pangkalpinang. 8 umat berkumpul untuk merayakan ulang tahun. Ulang tahun adalah peringatan atas kelahiran seorang umat terlahir di dunia. Keterlahiran juga merupakan sebuah awal kehidupan baru/peralihan hidup baru, yakni dari rahim ibu ke dunia. Mensyukuri perjalanan yang sudah lewat , memetik hikmah hari-hari yang Tuhan berikan, dan melangkah ke depan dalam bimbingan Tuhan.

Beda tipis antara kematian dengan kelahiran. Kelahiran terlahir kedunia baru di dunia, kematian terlahir baru di dalam Tuhan (kemah surgawi). Kelahiran masih terikat dengan hokum-hukum kesementaraan, sedangkan kematian (hidup baru) bersifat kekal dan tidak terkena dengan hukum kesementaraan. Meminjam pemikiran gede prama dalam siaran hari minggu 1 november 2009 , “hidup tidak sementara. Kesementaraan hanya berlaku untuk tubuh.”

Orientasi kita mengembangkan yang manakah? Prioritas kita yang manakah?

Semut-semut Kecil Cermin Walet

Pertapaan yung fo, 15 Oktober 2009

Di kamarku di wisma keuskupan jalan batu kadera XXI n0 545 A pangkalpinang 33147, terdapat dua jenis semut yaitu semut merah&semut hitam. Mereka masing-masing memiliki sarang/rumah di dalam kamar. Kegiatan mereka berkeliling menjelajah makanan di kamar, sebagian mereka mencari makan di luar kamar. Pukul 1100wib saya menuang madu dan sebagian madu berada di tutup plastik putih.

Saya sengaja memperhatikan semut-semut dan madu. Berapa lama mereka menemukan madu tersebut. Berdasarkan detik jam tangan tercatat 20 detik madu tersebut tertemukan oleh semut-semut merah dan semut-semut hitam. Semut merah kecil lebih dahulu menemukan madu daripada semut hitam. Selisih antara semut merah dengan semut hitam adalah 9 detik.

Ketika semut merah menemukan madu, dia memanggil kawan-kawannya. Menarik sekali panggilan mereka memakai apa? Dia gak bawa hand phone atau tlp, tetapi kawan-kawan di sarang segera menyusul kawan yang telah menemukan madu.

Semut hitam berdiri mengelilingi madu di tepi madu. Dia tidak masuk terlalu jauh. Ketika rombongan semut merah mencecap madu, semut hitam datang. Ia mau menerobos lingkaran semut merah. Ketika dia menerobos, semut merah kecil menyerang semut hitam. Semut hitam kalah diserang dengan semut merah yang mungil.

Semut hitam lari terbirit-birit. Dia naik ke tutup botol madu. Kreatif mencari makan. Ia terlebih dahulu menemukan sumber madu di dalam tutup botol. Kreatifitas semut hitam tidak dimiliki oleh semut merah.

Semut hitam menghisap madu sendiri. Setelah kenyang ia keluar dari tutup botol madu. Ia pergi sempoyongan dengan perut buncit. Jalannya seperti orang mabok. Dia lari dan lari menuju ke sarangnya.

Jalan semut hitam diendus oleh kawan-kawannya yang berada di sarang. Dua semut datang mengecap madu di tutup botol. Mereka pesta madu sampai kenyang dan terjerembab kedalam madu. Mati dipusat makanan. Ironis sekali.

Sekarang sudah pukul 2057 wib. Empat semut hitam mati di dalam madu, lima semut merah mati di madu. Ribuan semut merah masih berkerumun mengelilingi madu di lantai, sebagian naik ke botol madu sedangkan semut hitam tidak berani lagi menembus kerumunan semut merah. Semut hitam berjalan di sekelilingnya.

Terinspirasi obrolan tentang “jalur terbang walet” saya mengamati jalur semut. Semut memiliki juga jalur dari sarang mereka menuju ke madu atau ke tempat pencahariannya. Saya halangi jalan mereka dengan tangan atau benda, semut tersebut berputar mengitari tangan untuk bisa melanjutkan perjalanan.

Ketika dia menabrak atau menyentuh tangan saya, dia bersikap wajar. Dia tidak menggigit. Dia mencari jalan lain untuk mengatasi halangan. Ketika halangan sudah teratasi, dia kembali pada posisi jalan semula. Di tembok tidak ada garis tetapi mereka bisa melewati jalan yang sama.

Upaya memindah jalur semut sia-sia ketika kita memakai tangan atau benda yang sementara. Ketika jalan mereka ditutup, bukan membuat jalan baru. Mereka hanya mengatasi rintangan yang menutup.

Pernah kawan membunuh semut itu di sepanjang jalur semut. Ia segera membawa temannya yang mati, dan mereka hanya membuat jalur baru sepanjang bekas pembantaian tersebut. Selebihnya mereka kembali masuk ke jalur semula.

Letak rumah dan sumber makanan sangat menentukan jalur semut. Sekali saja dia menemukan makanan, semut segera membuat jalur baru. Jalur tersebut tetap dipakai sejauh sumber makanan masih ada.

Walet juga mempunyai jalur terbang. Jalur datang dan pergi adalah sama dan tetap. Perubahan justru sangat dipengaruhi oleh sumber makanan dan letak rumah walet.

Ketika walet sudah menemukan sumber makan dan tempat tinggal yang cocok, maka dia memiliki jalur penerbangan ketika mereka berangkat pagi hari dan pulang sore hari.

Walet di dalam satu gedung rumah walet adalah walet. Ketika di dalam gedung mereka hanya satu jenis. Sekalipun mereka sejenis, di dalam gedung banyak terdapat kelompok-kelompok atau koloni-koloni. Masing-masing koloni dipimpin oleh satu walet. Ketika koloni berangkat mencari makan, pemimpin ini menggerakkan arah dan tujuan mereka. Sungguh beruntung bilamana di dalam gedung walet banyak koloni-koloni. Masing-masing koloni bisa hidup berdamai satu terhadap yang lain.

Sriti atau kelelawar tidak begitu mengganggu keberadaan walet, tetapi oleh sebagian pemilik sriti atau kelelawan/ binatang sekategori dengan walet mengganggu.

Menarik disimak adalah cara semut mengkomunikasikan dengan koloninya. Cara walet mengkomunikasikan dengan koloninya bahwa di sana ada makanan dan di sini ada sarang nyaman?

Walet takut dengan burung hantu, kecoa, dan tikus. Binatang-binatang yang memakan sarang, anak atau anak walet. Jika demikian sangat berterima ketika walet senang bersarang di dekat manusia: memiliki kasih, pemelihara, melindungi, dll. Sebaliknya walet juga takut dengan manusia yang memiliki ciri-ciri seperti burung hantu, kecoa, elang, dan burung pemangsa walet.

Kita mampu mencintai walet ketika kita menempatkan walet sebagai saudara dan saudari. Walet adalah saudara dan semut adalah saudara. Bahkan banyak binatang senang bersahabat dengan manusia.

Ketika kita memiliki niat baek, disinilah pancaran ketulusan kebaikan rasa sayang ditangkap oleh gelombang walet. Kita mengundang walet dengan hati murni bersih dan menyiapkan rumah untuknya.