Peluang dalam Gelap

Keuskupan, 11 Februari 2009

Sahabtku bapak Jopy yang berdomisili di jakarta menforwatkan SMS. Kata beliau SMS tersebut dari rekannya yang jago main forex. “Ok Joppy. Keadaan di Forex tidak ada sepinya. Jalan terus dan semoga profit terus! Yang tunggu untuk lihat situasi justru yang akan kehilangan kesempatan yang sangat baik. Karena situasi ekonomi akan lama jelek sebelum bagus kembali. Sekarang forex adalah salah satu investasi terbaik buat investor dlm keadaan seperti ini. Cheers!”

SMS tersebut kuforwat ke temanku punya teman aguan dan bapak Hartono. Bapak Hartono menanggapinya sebagai berikut: “sip sahabatku … Amid crisis … Biz must go on … Euro in Q2/3 trend 1.15 twd US. Thx htm”

Predikai situasi buruk yang menimpa bangsa Indonesia hendaknya disikapi secara bijak. Siapa yang jeli melihat peluang pasar dan membaca tanda-tanda jaman maka dia akan mendapat kelimpahan rejeki. Sikap manusia menentukan bagaimanakah dampak bagi dirinya. Semoga seluruh panca indera kita mampu menangkap tanda-tanda alam. Seringkali Tuhan juga berbicara melaluinya. Allah tetap memelihara kita yang percaya kepadaNya.

sebelum aku tutup tulisan ini aku kutipkan sepenggal SMS ku untuk ibu Lan-lan sahabatku. “Hari ini mendung, bu. Pastor bergembira boleh berkenalan dengan anak-anak ibu yang matang secara intelek, kepribadian dam kerohanian. Ibu hendaknya berbangga mempunyai anak seperti mereka. Walau mereka tinggal di Singapura negara maju dan jauh dari orang tua tetapi mereka dekat dengan Allah. Walau situasi di luar kelam namun cahaya Allah memancar di hati. Cahaya Allah mengajar menyikapi hidup secara bijak sehingga walaupun situasi gelap, ekonomi tidak menentu, Allah membimbing dan menjadi guru sejati menuju kesempurnaan.”

Ranjangku sudah menungguku. Selamat tidur dalam pelukan Tuhan. Biar Allah memproses hati kita selama tidur untuk menjadi serupa denganNya.

Read 0 comments

  1. Ada 3 macam manusia terkait dengan talenta yang diberikan oleh Tuhan dalam mencari peluang dalam gelap :

    1. mempunyai dan menyadari akan talenta yang dimiliki
    2. mempunyai tapi tidak menyadari talenta yang dimiliki
    3. tidak mempunyai talenta

    Bagi yang mempunyai dan menyadari talenta yang dimiliki, sudah tentu “bisnis must be go on” karena dia bisa mengeruk keuntungan sesuai dengan talenta yang dimiliki.

    Bagi yang mempunyai talenta tapi tidak menyadari talenta yang dimilikinya adalah kewajiban kita yang mempunyai talenta lebih atau sama untuk membimbing dan mengarahkan ke jalan yang tepat dan benar; disini terkadang ego manusia, takut tersaingi atau terkalahkan, sehingga pura-2 tidak tahu ataupun sama sekali acuh, tidak mau membimbing dan mengarahkan … Apakah kita akan membiarkan orang-2 yang mempunyai talenta tapi tidak menyadarinya terjebak dan tersesat ke alam kegelapan ?

    Bagi yang tidak mempunyai talenta, kewajiban kita untuk mencegah agar tidak terperosok ke dalam jurang; yang paling celaka bagi yang tidak memiliki talenta terayu untuk mengikuti bisnis yang sedang ditekuni oleh yang memiliki dan menyadari talenta yang dimiliki.

    Yesus sebagai guru memberikan contoh kepada kita untuk mencari domba yang tersesat atau hilang kemudian membawa ke tempat yang damai dan tenang; sebagai murid mengapa kita tidak mengikuti jejak Yesus untuk menyelamatkan manusia yang hilang dan tersesat untuk dibawa ke tempat yang damai dan tenang…

  2. Ada 3 macam manusia terkait dengan talenta yang diberikan oleh Tuhan dalam mencari peluang dalam gelap :

    1. mempunyai dan menyadari akan talenta yang dimiliki
    2. mempunyai tapi tidak menyadari talenta yang dimiliki
    3. tidak mempunyai talenta

    Bagi yang mempunyai dan menyadari talenta yang dimiliki, sudah tentu “bisnis must be go on” karena dia bisa mengeruk keuntungan sesuai dengan talenta yang dimiliki.

    Bagi yang mempunyai talenta tapi tidak menyadari talenta yang dimilikinya adalah kewajiban kita yang mempunyai talenta lebih atau sama untuk membimbing dan mengarahkan ke jalan yang tepat dan benar; disini terkadang ego manusia, takut tersaingi atau terkalahkan, sehingga pura-2 tidak tahu ataupun sama sekali acuh, tidak mau membimbing dan mengarahkan … Apakah kita akan membiarkan orang-2 yang mempunyai talenta tapi tidak menyadarinya terjebak dan tersesat ke alam kegelapan ?

    Bagi yang tidak mempunyai talenta, kewajiban kita untuk mencegah agar tidak terperosok ke dalam jurang; yang paling celaka bagi yang tidak memiliki talenta terayu untuk mengikuti bisnis yang sedang ditekuni oleh yang memiliki dan menyadari talenta yang dimiliki.

    Yesus sebagai guru memberikan contoh kepada kita untuk mencari domba yang tersesat atau hilang kemudian membawa ke tempat yang damai dan tenang; sebagai murid mengapa kita tidak mengikuti jejak Yesus untuk menyelamatkan manusia yang hilang dan tersesat untuk dibawa ke tempat yang damai dan tenang…

Tinggalkan Balasan