Tetesan Air Mata

Wisma keuskupan, 7 Desember 2008

Seorang imam bangun pukul 03.30 wib. Dia segera membasuh muka, tangan dan kaki di kamar mandi. Dia menghalau kantuk dengan air putih. Kelenturan air bak menyesuaikan bentuk muka dan cekungan kedua telapak tangan, yang mencedok air. Sentuhan air ke tubuh menyegarkan jiwa dan tubuh. Muka dan tangan dilap dengan tissu putih. Butir-butir debu menempel hitam di tissu putih.

Langit masih menurunkan air berkat ke bumi. Motor Crypton tua imam itu meluncur di jejalanan basah. Ribuan tetes air berkat mengguyur tubuh indah imam. “Allah mengatur alam semesta. Matahari lenyap, gelap merayap. Air tercurah, awan hitam lenyap. Air tercurah panas terhalau. Matahari bersinar, gelap berarak pergi. Terang dan gelap, dingin dan panas, hujan dan kemarau siklus alam semesta.”

Ribuan orang berdiri di atas kaki bumi di samping gereja St Yosef Katedral Jalan Gereja N0 2 Pangkalpinang. Patung Wanita suci dipikul oleh 4 lelaki kekar untuk diarah menyusuri jalanan kota. Ribuan lilin putih coba dihidupkan untuk membelah kegelapan. Air dari langit menyentuh ujung-ujung api lilin putih. Patung suci itu diarah dalam gelap dan sunyi di tengah-tengah kerumunan ribuan orang. “Air merupakan rahmat Tuhan. Dia menyucikan jalanan kota. Dia membasuh kota Pangkalpinang.”, ujar petinggi gereja pangkalpinang.

Syukur atas rahmat Tuhan meluncur dari ribuan mulut-mulut. Derap ribuan kaki merangsak memenuhi jalanan lengang. Mulut ribuan orang komat-kami melantunkan sepenggal doa. Aura suci para peziarah membumbung memancar bersinar di kota Pangkalpinang. Bersatu membentuk bunga mata hari untaian doa. Dia melayang ke atas memayungi ribuan orang. Hujan seakan tidak hujan. Sekalipun rintik hujan dari langit meluncur ke bumi, ratusan orang tak tersentuh air.

Air tercurah sejak pukul 02.00 wib. Langit mencuci kota pangkalpinang 6 jam. 4 Jam air membasuh ribuan peziarah. Walaupun demikian awan putih menutupi mentari di ufuk timur. Imam itu berujar di tengah-tengah ribuan para peziarah,”kapankah mata hari itu bersinar menghangatkan ribuan para peziarah?”

Tinggalkan Balasan