Wisma keuskupan, 4 Desember 2008
Pekerjaan Peiong memungut cukai. Dia heran melihat kerumunan banyak orang di tepi Jalan Cangkringan. Keinginan tahunya semakin menjadi-jadi ketika orang-orang di sekelilingnya berdecak kagum dengan lelaki gondrong misterius.
“Dia sungguh orang suci!” ujar salah seorang di samping kiri Peiong.
Keinginan tahunya tidak segera tercapai, karena tubuhnya pendek, sedangkan tubuh banyak orang lebih tinggi daripadanya. Peiong memutar otak encer dan liciknya, agar bisa melihat lelaki gondrong itu. Dia memanjat pohon di tepi jalan, yang akan dilewati oleh lelaki gondrong itu.
Engli geleng kepala melihat Peiong memanjat pohon. “Dasar tua tua keladi. Semakin dia tua, semakin menjadi-jadi gilanya!”
Betullah lelaki gondrong misterius itu melewati jalan di samping pohon yang dipanjat Peiong. Lelaki gondrong itu berhenti di bawah pohon. Para pengikut lelaki gondrong terheran-heran, “apakah sang guru juga mau menghormati pohon besar seperti orang-orang kong hucu? “
Kepala lelaki gondrong itu mendongak ke atas. “Peiong, segeralah turun! Aku mau bertamu di rumahmu!”
Sekujur tubuh Peiong bergetar mendengar suara berwibaya lelaki gondrong. Ia tergopoh-gopoh turun dari puncak pohon besar dan tinggi. “Bagaimana mungkin tubuh anda bercahaya putih kemilau? Sinar-Mu menghalau kegelapan di hatiku. Kuserahkan harta hasil perasan dari rakyat kepada-Mu dan kukembalikan harta milikku kepada rakyat.”
“Hari ini engkau telah mengalami keselamatan. Allah datang ke dunia untuk mengampuni dosa-dosa umat manusia. Apakah engkau menyimpan wine di rumahmu?”
“8 botol wine sudah tersedia. Mari kita merayakan kegembiraan bersama!”
Situasi Indeks BEI tertanggal 5 Desember 2008 seperti kisah di atas. “Peiong, segeralah turun! Aku mau bertamu di rumahmu!” Artinya indeks BEI turun atas perintah lelaki misterius. Sedangkan arti “kuserahkan harta hasil perasan dari rakyat kepada-Mu dan kukembalikan harta milikku kepada rakyat.” Betulkah hasil pungutan dari pei ong diserahkan kepada rakyat dan Tuhan? Benarkah dana yang masuk ke BEI sungguh membantu para investor dan trader atau justru menjebak? Artinya mereka masuk agar tampak transaksi di BEI masih menggairahkan, padahal sebetulnya tidak?