Selasa, 31 Desember 2013
Misa malam tahun baru di GSG St Theresia dari Kanak-kanak yesus Lembah Karmel Cipanas Jawa Barat dimulai jam 22.00wib. Sebelum memulai Ekaristi umat mengadakan pujian dan penyembahan dan Rosario di aula lama di lembah Karmel.
Pukul 2145 semua imam dan misdinar sudah berkupul di panti imam (sangkristi). Konselebran utama ekaristi penutupan tahun adalah Rm Atanasius CSE. Beliau membagi-bagi tugas di antara rekan imam: petugas bacaan injil, doa umat, persembahan, dan MC. Semua petugas ekaristi mengkonsultasikan segala hal kepada konselebran utama.
Setelah mengenakan Alba dan Kasula, saya berdoa Rosario. Setiap kali saya hendak ikut konselebran atau menjadi konselebran utama selalu berdoa Rosario. Karena menjadi imam adalah menjadi alter kristus. Menjadi alter kristus tidak cukup hanya mengandalkan kepandaian otak/kemampuan daya-daya manusiawi, namun mutlak mengedepankan iman dan doa para kudus di surga terutama bunda Maria.
Banyak laron beterbangan di sangkristi karena sejak dini hari turun hujan dan hampir setiap hari hujan. Seekor laron hinggap di atas alba putih di dada pastor. Sayapnya sangat indah. Ia beterbangan ke sana dank emari dan berjalan mondar mandir di tubuh pastor untuk beberapa saat. Laron lain menyusul hinggap di tubuh pastor. Keduanya bertemu dan bersatu. Mereka bersama-sama mengepakkan kedua sayapnya. Secara bersamaan sayap-sayap tersebut rontok. Laron pertama berada di depan dan laron kedua berada menempel di ujung belakang. Mereka pergi kemanapun berdua dan bersama-sama.
Kita memiliki sayap. Kita memiliki kebebasan yang tak terbatas. Dengan sayap-sayap yang kita miliki kita mampu pergi kemanapun yang kita sukai. Kita mendapatkan kebanggaan atau perasaan senang dengan bertindak demikian. Kita bangga dengan kemampuan terbang kita atau kita bangga karena kita memiliki kemampuan untuk terbang.
Semua hal di atas berubah manakala Roh Kudus terbang untuk bersatu dengan kita. Dia yang adalah Allah meninggalkan tahta-Nya di surga supaya Ia bisa tinggal dekat dan bahkan bersatu dengan manusia dan manusia diangkat menjadi anak Allah. Ia telah menanggalkan sayapnya apakah kita rela menanggalkan segala-galanya untuk setia bersatu selalu kemanapun dan dimanapun dengan Allah seperti laron itu? Apakah kita rela melepaskan segala kebebasan yang kita miliki dan menyerahkan kebebasan tersebut kepada Allah?
Selasa, 31 Desember 2013 jam 23.55 wib Allah berbicara melalui ciptaan-Nya. Hadiah terindah di tahun 2013.